Pelatihan Pengasuhan: Zero Bullying Pesantren Muhammadiyah se-Barlingmascakeb diselenggarakan pada Selasa, 8 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 27 Januari 2026, bertempat di Gedung PCM Gombong. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.30 WIB dan diikuti oleh pengelola serta pengasuh pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah di wilayah Barlingmascakeb.
Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) Daarussalaam Purbalingga turut ambil bagian dengan memberangkatkan enam asatidz yang terdiri dari empat ustadz dan dua ustadzah. Keikutsertaan ini merupakan bentuk komitmen pondok dalam meningkatkan kualitas pengasuhan santri serta menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan.
Mudir PPM Daarussalaam Purbalingga, Ustadz Mujahidin Aziz, menyampaikan bahwa keikutsertaan para asatidz dalam pelatihan ini mencerminkan kesungguhan pondok dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. “Ini mencerminkan kesungguhan Pondok Daarussalaam menuju perubahan positif secara komprehensif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Barlingmascakeb, Ustadz Arif Fauzi, Lc., M.Pd., menekankan pentingnya keahlian seorang pengelola pesantren dalam menjalankan fungsi pengasuhan. Menurutnya, pengasuh pesantren tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga dituntut mampu menjadi orang tua, teman, sekaligus guru bagi para santri.
Ustadz Arif Fauzi menegaskan bahwa pengasuhan merupakan kunci utama suksesnya pendidikan di pesantren. Melalui pola pengasuhan yang tepat, berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, pesantren diharapkan mampu membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, berdaya, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pesantren Muhammadiyah dalam memperkuat sistem pengasuhan pesantren sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk mewujudkan pesantren yang ramah santri dan bebas dari bullying.
















