Purwokerto, Selasa, 11 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat strategi penerimaan murid baru terus dilakukan oleh Pondok Pesantren Modern (PPM) Daarussalaam Muhammadiyah Purbalingga. Salah satunya dengan mengikuti Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh FKKS SMP/MTs Muhammadiyah Jawa Tengah di Aula Syamsuhadi Irsyad, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Seminar yang menghadirkan Nurul Hakim Zanky, Lc., MH dan Saijan, S.Ag., M.Si. sebagai pemateri tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga SLTA. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengelola sekolah dan madrasah Muhammadiyah untuk mendapatkan inspirasi dalam membangun lembaga pendidikan yang unggul dan semakin dipercaya masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, PPM Daarussalaam Muhammadiyah Purbalingga mengirimkan perwakilan dari dua jenjang pendidikan. Ustadz Machmud hadir mewakili Madrasah Aliyah, sementara Ustadz Lutvi dan Ustadzah Fida mewakili Madrasah Tsanawiyah.
Pemateri pertama, Ustadz Nurul Hakim Zanky, menekankan pentingnya prestasi bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Menurutnya, lembaga pendidikan harus memiliki prestasi sebagai salah satu indikator kualitas sekaligus daya tarik bagi masyarakat.
“Sekolah dan madrasah Muhammadiyah harus berprestasi. Mengapa? Karena dengan prestasi itulah pendidikan menjadi berkualitas dan lembaga akan semakin dipercaya masyarakat. Prestasi adalah daya tarik bagi konsumen pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ustadz Saijan mengingatkan bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan. Diperlukan proses yang panjang, konsistensi, serta progres yang nyata dari seluruh unsur lembaga pendidikan.
Pesan tersebut menjadi bahan refleksi bagi PPM Daarussalaam untuk terus melakukan pembenahan. Ustadz Lutvi menyampaikan bahwa Pondok dan Madrasah perlu bergerak lebih cepat dalam menyiapkan berbagai program unggulan serta strategi penerimaan murid baru.
“Kita harus banyak berbenah, dan segera membuka pintu lebar-lebar dan sesegera mungkin pintu SPMB dimulai, disertai program yang menarik di Pondok dan Madrasahnya,” ungkap Ustadz Lutvi.
Keikutsertaan dalam seminar ini diharapkan tidak berhenti pada penambahan wawasan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata di lingkungan PPM Daarussalaam. Evaluasi program, penguatan prestasi santri dan siswa, peningkatan kualitas pelayanan, serta penyusunan program unggulan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
SPMB bukan sekadar persoalan membuka pendaftaran, tetapi bagaimana lembaga sudah memiliki daya tarik bahkan sebelum pendaftaran dibuka. Karena itu, PPM Daarussalaam perlu terus berbenah, berinovasi, dan menghadirkan program-program inspiratif agar semakin unggul dan menjadi pilihan masyarakat.
Seminar ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antar-AUM pendidikan Muhammadiyah. Dengan saling belajar dan berbagi praktik baik, sekolah, madrasah, dan pondok pesantren Muhammadiyah diharapkan mampu tumbuh bersama, meningkatkan mutu, serta menghadirkan pendidikan yang semakin unggul, berkemajuan, dan inspiratif. (MY)















