Di usia senjanya yang telah mencapai 84 tahun, Pak Hadi Masturi tetap menjadi teladan bagi banyak orang di lingkungan Slinga Randegan. Meski telah lama memasuki masa pensiun, semangat hidupnya tidak pernah meredup. Beliau dikenal sebagai pribadi yang selalu penuh tekad dalam kebaikan.
Pak Hadi dikaruniai tujuh orang anak, meskipun satu di antaranya telah mendahului. Kini, di usia yang renta, pendengaran beliau sudah sangat berkurang dan langkah kakinya pun tak lagi tegap seperti dulu. Namun semua itu tidak menjadi alasan untuk berhenti beramal dan beribadah.
Setiap waktu, beliau rutin datang ke Pondok dengan diantar oleh anak atau cucunya. Tujuannya satu: menitipkan infaq melalui Pondok sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan pendidikan dan dakwah Islam. Selain itu, beliau juga tetap semangat mengikuti kegiatan ngaji serta menjaga sholat berjamaah.
Motivasi beliau sederhana namun sangat mulia. Pak Hadi ingin Pondok terus berkembang, semakin maju, dan menjadi sumber kebermanfaatan yang luas. Beliau berharap, setiap langkah kebaikan yang ia titipkan melalui Pondok dapat menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya hingga akhirat.
Teladan dari seorang sesepuh seperti Pak Hadi menjadi pengingat bahwa usia bukanlah batasan untuk berbuat baik. Semangat beliau adalah inspirasi bagi generasi setelahnya untuk terus menebar manfaat, tanpa lelah, tanpa menunggu muda kembali. Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan, keistiqamahan, dan keberkahan hidup beliau. Aamiin.
















