Symposium Branding Sekolah/Madrasah dan Strategi PPDB 

0
2623

“Sekolah atau madrasah apabila masih berjalan normal-normal saja, maka akan tergilas oleh kompetitornya”, sepenggal motivasi dari ustadz H. Pahri, S.Ag., MM., Ketua Forum Guru Muhammadiyah, saat Symposium Branding dan Strategi PPDB Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Purbalingga, Sabtu (27/11).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Majlis Dikdasmen PDM Purbalingga, bertempat di gedung Dekopinda Kabupaten Purbalingga, kompleks Kantor Bupati Purbalingga.

Peserta symposium adalah seluruh Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah yang menyertakan guru. Masing-masing sekolah/madrasah Muhammadiyah Purbalingga mengirimkan, untuk SD/MI Muhammadiyah satu utusan, dari SMP/MTs Muhammadiyah dua utusan dan dari SMA/SMK/MA tiga utusan.

Acara dimulai pukul 13.00, diawali sambutan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga, KH. Ali Sudarmo, S.Pd. Pada kata sambutannya, ketua PDM mengingatkan, “Bahwa amanah dari orang tua yang mempercayakan anaknya untuk dididik di sekolah/Madrasah Muhammadiyah harus _diopeni_ dengan baik. Para orang tua berharap banyak kepada kita semuanya”, Kata Kyai Ali Sudarmo.

Pada kesempatan itu juga disampaikan, “Sekolah/Madrasah harus sering bercerita melalui media sosial yang ada, tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Sering _update_ informasi akan menggiring opini pembaca”, tutup Kyai Ali.

Ustadz H. Pahri saat mengawali kegiatan, mengajak peserta untuk berdiri dan bersama-sama menggelorakan semangat dengan yel-yel inspiratif. Dilanjutkan dengan paparan bagaimana cara membranding sekolah/madrasah Muhammadiyah agar dikejar oleh customer. Seperti gula dikerumuni banyak semut.

“Kepala Sekolah/Madrasah harus memiliki mindset yang abnormal, sehingga hasilnya spektakuler. Kalau anda semuanya hanya melakukan rutinitas, tanpa inovasi, maka lama-lama akan ditinggalkan customer. Keluar dari zona nyaman, untuk menggapai kesuksesan”, ungkap Ustadz Pahri.

Ustadz Pahri bertanya kepada salah satu peserta, “Berapa jam kerja anda setiap hari?, kalau masih biasa-biasa saja, maka hasilnya juga biasa-biasa saja. Maka berbeda dengan yang lain (diferensiasi) itu merupakan kata kunci kesuksesan”, Pungkas Ustadz Pahri.(AP)

Artikulli paraprakGuru Mufourga Mengikuti Diseminasi Diklat HOTS
Artikulli tjetërKonsolidasi ITMAM Barlingmascakeb 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini