Mencuci Baju Juga Belajar

0
1686

Ada wali santri yang mengatakan dan mohon kepada pihak pesantren, agar anaknya fokus belajar dan mencari ilmu pesantren, mohon jangan dibebani tugas mencuci bajunya sendiri. Orang tuanya minta agar baju kotor anaknya dimasukkan laundry saja. Alasannya di rumah tidak pernah mencuci, jadi takut anaknya terbebani dan tidak mampu mencuci.

Banyak orang tua yang memiliki paradigma berfikir, bahwa di pesantren itu hanya ilmu agama yang dicari. Padahal banyak sekali ilmu-ilmu yang lainnya yang juga sangat berguna untuk kehidupan kelak di kemudian hari. Menurut saya, kalau masuk pesantren sudah pasti akan mendapatkan ilmu agama yang lebih mantap. Orang tua tidak usah khawatir, sebab pesantren identik dengan mengaji atau mengkaji ilmu-ilmu agama. Ada bahasa arab, fiqih, aqidah akhlak, sejarah kebudayaan islam, tahfidz, ilmu baca kitab dan masih banyak lagi. Ilmu agama itu menjadi menu utama. Ibarat makanan ya nasi. Nasi tidak boleh tidak ada saat makan pagi, siang dan sore. Ilmu agama itu menu santapan yang harus dimakan oleh anak yang memiliki predikat santri.

Saya sering menyampaikan, bahwa anak di pesantren itu, dari bangun sampai tidur malam hari, semuanya bermuatan pembelajaran. Mari kita rinci satu persatu, agar memiliki gambaran yang lebih jelas. Dimulai dari bangun pagi untuk shalat subuh. Saya kemarin survai kebeberapa santri. Mereka mengakui, saat liburan corona kemarin, jarang sekali bangun subuh. Di pesantren semua santri wajib subuh berjamaah. Dilanjutkan halaqoh pagi. Setelah halaqoh pagi, jadwalnya mandi pagi. Mereka yang biasanya mandi air hangat, di pesantren tidak ada air hangat. Handuk dan baju ganti, semuanya menyiapkan sendiri. Baju kotor langsung dicuci atau di tempatkan di ember dan dicuci nanti siang setelah sekolah. Mereka sedang belajar kemandirian.

 

Source: https://arispujianto.gurusiana.id/article/2020/07/mencuci-baju-juga-belajar-1248819?bima_access_status=not-logged#.YHJCciOLsG0.whatsapp

Artikulli paraprakDi Pesantren Dapat Pandai Pidato
Artikulli tjetërPentingnya Habit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini