Adaptasi Ohhh Adaptasi

0
1215

Mengapa saat adaptasi bagi para santri, orang tua tidak boleh menengok dan tidak boleh menelepon??????. Mungkin pertanyaan itu, sangat menyesakkan dada. Akan bertanya, tidak tahu kepada siapa. Tanya kepada ustadznya, tidak mungkin. Pasti hanya dijawab, sudah menjadi aturan pesantren. Apalagi saat pertemuan wali santri sudah disampaikan semuanya. Ada alternatif jawaban ustadz yang lain, waktu pertemuan berangkat apa tidak?, atau saat pertemuan paham apa tidak?. Ternyata bukan masalah tahu atau tidak tahu aturan. Bukan masalah datang atau tidak datang saat pertemuan. Bukan masalah mudeng atau tidak, tetapi dorongan hati yang sulit dibendung.

Pada saat seleksi, ada season wawancara antara pengurus pesantren dengan calon wali murid. Salah satu hal yang dikomunikasikan adalah tentang keseriusan memasukkan anaknya ke pesantren. Kalau tidak salah, pertanyaan awalnya adalah yang menghendaki masuk pesantren siapa?, orang tua atau anaknya?. Kemudian berkembang sampai ditanyakan tentang sejauh mana kemantapan niat. Semua wali santri menjawab mantap dan siap menghadapi kenyataan. Jawaban pertanyaan tersebut, salah satu indikator atau parameter yang menentukan diterima atau tidaknya.

Setelah menghadapi kenyataan berpisah dengan anaknya, mungkin tidak sesuai bayangan. Mungkin diluar dugaan. Saya sangat paham, sebab saya juga pernah merasakan pisah dengan anak. Saya juga salah satu ayah yang melankolis. Saat sendirian, kalau teringat saat berpisah, dapat dipastikan tidak kuasa menahan air mata. Bedanya, walaupun menangis tetap berusaha menaati kesepakatan atau peraturan yang dibuat oleh pesantren. Diminta tidak telepon langsung, saya taat. Diminta tidak menengok, saya juga taat. Saya ingin menyampaikan melalui tulisan ini, bahwa kesuksesan anak kita di pesantren itu tergantung kesuksesan menghadapi saat-saat rawan, yaitu masa adaptasi.

 

Source: https://arispujianto.gurusiana.id/article/2020/07/adaptasi-ohhh-adaptasi-4469640?bima_access_status=not-logged#.YHJC8dkcu8Q.whatsapp

Artikulli paraprakWaktu yang Menjawab
Artikulli tjetërTarbiyah di Bulan Penuh Berkah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini